Selasa, 18 Februari 2014

AKU



Yang Diam Dalam Hening Malam
Yang Diam Penuh Dengan Kekacauan
Yang Diam Penuh Ketidakmampuan

Dalam Ruang Kecil Dan Kosong Ini
Aku Yang Tak Mampu Berbuat Sedikitpun
Tak Mampu Mengatakan Apa Yang Kuinginkan
Tak Mampu Memperlihatkan Apa Yang Tak Bisa Terlihat

Banyak Makna Tersirat Dalam Kebisuan
Banyak Kata Yang Tak Mampu Terucap Dalam Kediaman
Banyak Langkah Yang Mampu Member Insyarat
Namun Mereka Tak Mengerti, Tak Tahu Apa Yang Dikatakan

Derai Demi Deraian Air Mata Yang Terus Bercucuran
Bercucuran Yang Masih Tak Mampu Memberi  Sedikit Insyarat
Diam Ini Memberikan Rasa Penat Dalam Jiwaku
Diam Ini Memberikan Rasa Ketidakberdayaanku Menjalani Hidup

Didetik Terakhir Bersamamu
Hanya Dapat Memberikan Senyum Akhir Terindah
Memberikan Sebuah Kasih Sayang Yang Besar
Memberikan Sebuah Surat Terakhirku

Dikala Nanti Kita Tak Dapat Bersama Nanti
Berpisah Karena Kepergianku
Kelak Kamu Dapat Membaca Coretan Kecil Ini
Coretan Yang Tak Mampu Terhapus Oleh Air Mata

Namun Dapat Terkenang Oleh Kenangan Yang Ada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar