Hari Ini…
Dia Benar-Benar Adil
Dia Benar-Benar Masih Tetap Menyayangiku Sebagai Umatnya
Dia Masih Benar-Benar Tak Pilih Kasih
Ibarat Seperti Seekor Burung Yang Terus Terbang
Terbang Tak Tentu Arah Mencari Tempat Untuk Berteduh Sejenak
Melepas Lelah Dan Dahaga Yang Berkepanjangan
Tak Ada Setetes Air Yang Dapat Di Alirkan Ke Kerongkongan
Ini
Hari Demi Hari Ia Menunggu Sampai Datangnya Air Itu
Kini Tiba Saatnya, Air Itu Datang Dengan Begitu Derasnya
Tak Ada Raut Kesedihan Yang Terlihat
Hanya Ada Tangis Haru Dengan Semua Apa Yang Ia Rasakan Saat
Itu
Sembilan Belas Tahun Lamanya Ia Hidup
Berkembang Dari Sejak Bayi Hingga Sekarang
Berkembang Dari Yang Dulu Tak Mengerti Apa-Apa
Dan Sekarang Berbagai Ilmu Ia Dapat
Bukan Hanya Dari Binaan Ayah Dan Ibunya
Melainkan Keingintahuannya Tentang Hidup Sesungguhnya
Sembilan Belas Tahun Ini..
Hidup Menjadi Begitu Berarti
Waktu Menjadi Singkat Untuk Dipermainkan
Hanya Sebuah Do’a Yang Dapat Dilantunkan
Do’a Yang Dapat Diberikan Untuk Sebuah Kado Terindah
Untuknya
Kado Yang Tak Pernah Ada Duanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar