Selasa, 18 Februari 2014

Negeriku yang malang



Saat air mengalir begitu derasnya menyelimuti semua yang ada didalamnya
Saat air mengalir begitu derasnya mengisi celah-celah kosong yang ada di sekitarnya
Begitu cepat dan hebat, tanpa henti ia terus menutupi celah-celah kosong itu
Tiupan angin pun turut mengikuti  arus kemana air itu hendak dilimpahkan

Dia datang tiba-tiba, seolah-olah bencana besar datang hendak menelan alam ini
Bahkan awan pun tak memberi  tanda kepada pohon-pohon disekitarnya
Hanya terlihat gemuruh angin dan burung-burung  yang berterbangan tak tentu arah

Tak sampai hitungan menit, ia benar-benar datang
Datang menghampiri apa yang bisa di raihnya melalui gelombang tinggi itu
Gelombang mengerikan itu menghempas di atas permukaan laut dengan sangat dasyat
Ribuan nyawa hilang terbawa secara mendadak oleh sapuannya

Tertunduk ribuan air mata berlinang dan takut menyaksikan kejadian itu
Mereka benar-benar berduka dengan kejadian yang mereka lihat saat itu
Mencari-cari kemana anggota keluarga mereka, namun hasilnya nihil

Negeriku yang malang ini benar-benar berduka
Dunia pun ikut berduka menyaksikan kabarnya
Banyak menyangka, ini semua ulah manusia
Namun, apa daya tumpahan air yang begitu besar itu tak mampu di kembalikan ketempatnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar