Ibu, begitu banyak
pengorbananmu terhadapku
Begitu banyak, jerih payahmu untuk melihatku tersenyum
bahagia
Begitu besar kasih sayang yang kau berikan terhadapku
Hingga sampai saat ini, kau masih tetap berada disampingku
Aku yang selalu kau anggap sebagai putri kecilmu ini
Putri yang senantiasa ada dalam setiap do’a-do’amu
Ada dalam setiap mimpi-mimpi indahmu
Bahkan ada disetiap kesibukanmu, aku akan selalu ada bagimu
Betapa berat dan besar beban yang kau pikul hanya untuk
putri kecilmu yang tak tahu diri ini
Putri kecil yang hanya tahu meminta, dan meminta
Ibu…
Aku yang teringat atas kesalahan yang kulakukan di masa lalu
Atas omongan yang membuat hatimu terluka
Kau merasakan sakit itu, tapi bukan ragamu melainkan hatimu
Putri kecil yang
selalu kau banggakan dulu
Kini telah dewasa, dia tahu akan dosa-dosa dan akibatnya
Tahu bagaimana rasanya menjadi seorang wanita
Maafkan aku ibu, aku berjanji akan selalu membuatmu
tersenyum
Hingga nyawaku jadi taruhannya nanti
Senyummu adalah kebahagiannku
Senyummu adalah penopang raga dan pengganti hidupku
Senyummu juga sebagai penyemangatku
Ibu…
Jika kau sedih, aku akan lebih sedih darimu
Jika kau menangis, aku juga akan turut menemanimu meneteskan
air mata itu
Meneteskan air mata yang tak semestinya diteteskan
Akan kuraih kau dalam dekapanku
Hingga kau terlelap tidur dalam pangkuanku
sambil kubisikkan dengan pelan sebuah kata maaf yang dulu
sulit terucap dari bibir ini
sebuah kata yang tak akan terlupakan
maafkan aku Ibu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar